SOLUSI SEHAT DENGAN SELAC - HOLISTIK - EFEKTIF - ALAMIAH - AMAN

Senin, 30 Agustus 2021

Denyut jantung kok lemah.

 Pada Ahad 15 Agustus 2021 yang lalu, sekitar jam 14.00 saya dikunjungi bp.DD, 69 thn, biasanya untuk terapi pemeliharaan kesehatan. Sebelumnya beliau cerita bahwa tadi pagi dikolam renang bersama keponakan, dan merasa lebih kuat berenangnya dibandingkan sang keponakan.

Kemudian pertama saya lakukan pemeriksaan dengan oximeter (waspada karena pandemi), kok bunyi (warning). Saya lihat %SpO2 (Saturation of Peripheral) pada angka 98 artinya saturasi oksigen normal namun bpmPR (Pulse Rate Beats per minute) pada angka 44 berwarna merah (normal 60-100 bpm). Rupanya bunyi itu adalah warning untuk denyut jantung yang lemah. Kondisi ini baru pernah saya alami , pengalaman pertama, karena biasanya yang bunyi adalah warning untuk saturasi oksigen. Selanjutnya saya ukur tekanan darah pasien yaitu 129/76, denyut jantung 55. Tekanan darah normal namun denyut jantung kurang. Tindakan yang saya lakukan adalah segera melakukan terapi pada titik REN 17 (titik akupuntur ditengah-tengah dada) dengan menempelkan 2 buah Pad probe pada titik tersebut selama 30 menit (SELAC Therapy/Elektro Akupresur), setelah itu dilanjutkan pada titik REN 14 (titik akupunktur di uluhati) dengan menempelkan 2 buah Pad Probe pada titik tersebut selama 30 menit. Terapi selesai dalam waktu 60 menit, dan tekanan darah kembali di ukur, hasilnya 129/83, denyut jantung 69. Tekanan darah dan denyut jantung normal, artinya sirkulasi jantung menjadi normal. Alhamdulillah, hasil terapi efektif. Kemudian saya berikan Daun Dewa sebagai asupan herbal untuk mendukung perbaikan sirkulasi jantung.

Dengan contoh kasus diatas bisa diambil pelajaran yaitu sebaiknya teman-teman para lansia berhati-hati dalam melakukan aktivitas olahraganya, tidak perlu ngotot, karena kapasitas organ sudah mulai berkurang, cukup sekedar menjaga kesehatan saja, ketimbang beresiko fatal.

Salam sehat

Ansuska Gumanti