SOLUSI SEHAT DENGAN SELAC - HOLISTIK - EFEKTIF - ALAMIAH - AMAN

Kamis, 04 Oktober 2018

Sekilas penyakit yang berhubungan dengan autoimun

Penyakit autoimun terjadi apabila sistem kekebalan tubuh seseorang berbalik menyerang sel-sel sehat dalam tubuhnya atau system kekebalan tubuh itu menyerang dirinya sendiri.  Jadi akan menyebabkan kekacauan pada sistem  pertahanan tubuh  penderita tersebut,  seharusnya sistem kekebalan tubuh itu sebagai pertahanan tubuh dalam melawan penyakit seperti bakteri, virus, dan sel-sel asing lainnya. Akibatnya kesehatan tubuh akan bermasalah berkepanjangan, lemas, kurang tenaga, nyeri, dan lain-lain keluhan.
Bila seseorang divonis menderita autoimun biasanya akan menjadi panik/stress, dan ketakutan, karena merasa penyakitnya susah disembuhkan/tidak bisa disembuhkan oleh para medis.  
Penyakit yang berkenaan dengan autoimun saat ini ada 151 macam penyakit, berdasarkan daftar list pada AARDA (American Autoimmune Related Diseases,   www. aarda.org).

Pengalaman pengobatan kami dengan penyakit-penyakit yang berkenaan dengan autoimun adalah dengan menggunakan Tehnik Akupoin dan Herbal (Tumbuhan Obat Indonesia).

Tehnik akupoin untuk sekian banyak terapi tubuh sudah terdefinisi sejak ribuan tahun (basis akupunktur, pengobatan cina kuno) seperti memperbaiki sistem darah, sistem organ, tulang, sendi, dan sebagainya. Dengan  menggunakan  Microcurrentpen  hasilnya efektif, nyeri-nyeri tubuh akan teratasi, dan pemulihan tenaga akan berlangsung cepat, serta aman (SELAC Theraphy).

Herbal dibutuhkan karena ada infeksi, peradangan, dan pembengkakan.  Kenapa  herbal? Karena banyak penderita yang tidak kuat dengan efek samping obat sintetis (obat kimia), akibatnya penderita akan makin menderita, oleh karena itu akan aman menggunakan herbal karena tidak punya efek samping seperti obat kimia. Dengan memberikan herbal yang sesuai kebutuhan, dosis yang tepat  hasilnya akan lebih efektif dan aman.

Kasus Fibromialgia (autoimun).
  1. 28 Juni 2011 – 4 Juli 2011DM, laki, 13 tahun, New Jersey – Amerika, berkunjung ke Bandung. Menderita Fibromialgia sudah 7 bulan, sudah ditangani oleh 5 dokter spesialis dan akupunktur di New Jersey, namun hasilnya nihil. Keluhan berjalan terus, tiap bangun  pagi  semua  sendi-sendinya terasa sakit, sehingga sudah  mengganggu  aktifitas  sekolah. Pengobatan/ terapi dilakukan tiap hari (pagi dan sore) selama seminggu, dengan dibantu asupan herbal anti nyeri, anti radang, anti bakteri, anti virus dan yang meningkatkan imunitas. Alhamdulillah, DM pulih dalam waktu seminggu. Sampai sekarang DM sehat dan tidak pernah kambuh.
  2. 17 Juni 2017 – 2 September 2017, EN, wanita, 38 tahun, ibu rumah tangga, Jakarta. Keluhan sejak tahun 2015. Menurut dokter medis yang bersangkutan menderita autoimun dan tidak bisa disembuhkan. Hasil periksa lab semua normal, namun bila kambuh penyakitnya bisa tidak beraktifitas rumah tangga karena kesakitan akibat nyeri. Saat datang pertama EN dalam kondisi lemas, namun setelah dilakukan 1x terapi yang bersangkutan sudah bertenaga, tidak lemas lagi. Terapi dilakukan sebanyak 32x, serta diberikan asupan herbal. Alhamdulillah EN pulih total.

Kasus Glomerulonephritis (autoimun).
     5 April 2018 – 24 Agustus 2018 D (Rama), laki, 15 tahun, Bandung, menderita  Glomerulonephritis. 
      Glomerulonephritis ini salah satu penyakit yang berhubungan dengan autoimun. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada bagian ginjal yang menyaring darah. Dikenal juga dengan nama Sindrom Nefrotik atau Ginjal Bocor (silahkan baca artikel tgl 27 April 2018 “Ginjal Bocor sharing dari sobat Bambang S Noor”, curhat sang ayah).

Gejala Glomerulonephritis : Darah atau protein dalam urin (hematuria, proteinuria), urin berwarna coklat, tekanan darah tinggi, pembengkakan pada wajah, perut, dan pergelangan kaki, air kencing berbusa, kencing lebih sedikit dari biasanya, pada pagi hari wajah bengkak.
Terapi dilakukan tiap hari 1x, Senin s/d Jum’at. Selama waktu pengobatan 2x terjadi kekambuhan. 

Pertama, setelah kondisi merasa pulih, Rama makan asupan protein (daging sapi) berlebihan (lupa pantangan), sehingga penyakit kambuh lagi, bengkak dan demam. 
Kedua, makan asupan Jengkol, ternyata mengakibatkan penyakit makin parah (urinalisis +++). Tubuh bengkak dengan bobot 118 kg.

Obat-obatan kimia semua dihentikan, karena yang bersangkutan tidak kuat/sensitif terhadap efek samping obat yang menyebabkan penyakit akan menjadi parah. Jadi semua obat menggunakan herbal (diuretic, antiradang, anti bengkak).

Alhamdulillah, setelah berobat selama 4,5 bulan, Rama pulih total. Berat tubuh 90 kg, turun 28 kg. . Verifikasi pemeriksaan lab. 6 September 2018, Hb 15,9 (12,0 – 16,0), Kreatinin 0,8 (0,67-1,17), eGFR 138,9 (110-170) artinya kondisi Ginjal Normal dan Glomerulonephritis recovery

Kesimpulan : 
Penderita penyakit yang berhubungan dengan autoimun masih punya prospek untuk total recovery , salah satunya  dengan  SELAC Therapy, menggunakan Tehnik Akupoin (akupunktur tanpa jarum, dengan Microcurrentpen) dan Herbal Indonesia.