SOLUSI SEHAT DENGAN SELAC - HOLISTIK - EFEKTIF - ALAMIAH - AMAN

Rabu, 25 Juli 2018

Keluhan Vertigo disertai Tinnitus

Apabila kepala terasa goyang, berputar (vertigo), dan telingapun berdengung (tinnitus), pastilah kondisi sehari-hari tidak nyaman, tentu tidak nyaman pula untuk melakukan aktifitas pekerjaan, bepergian, dan lain-lain. Apalagi bila menjadi masalah kronis, berlangsung satu tahun, dua tahun, dan seterusnya. Saya ungkapkan solusinya bersama pengalaman 2 orang  pasien dibawah ini.

Senin 11 Juni 2018, berkunjung   Pr, laki, 44 tahun, Karyawan Rumah Sakit Swasta, domisili Bandung. Keluhan Vertigo sejak 2 tahun lalu. Satu tahun terakhir makin parah karena disertai tinnitus (telinga berdengung). Menurut yang bersangkutan sudah mencoba solusi dengan pengobatan medis ke dokter Penyakit Dalam, THT, Mata, dan dokter ahli saraf, namun penyakit jalan terus. Saya tanya, kok bisa bertahan? Dijawab, selama ini bertahan dengan mengkonsumsi obat warung saja, lumayan katanya masih bisa kerja. Namun akhir-akhir ini sudah sangat mengganggu sekali untuk melakukan aktifitas bekerja. Disamping itu yang bersangkutan mengeluhkan mulai ada pegal-pegal didaerah pinggang.  Kemudian saya periksa lidahnya, dan terapi diarahkan untuk memperbaiki ginjal, lever, lambung dan telinga . Terapi dilakukan 40 menit  (akupoin GB-20, BL-23, DU-4, REN-12, SI-19, Ex. Tai Yang, Ex. Yin tang, LR-3, K-1) . Setelah selesai diterapi Pr diminta bangun dari kondisi berbaring,  tidak terasa goyang atau berputar (biasanya bangun dari kondisi berbaring terasa goyang dan berputar), dan telinga yang berdengung frekuensinya berkurang, artinya terjadi perbaikan atau pemulihan. Kemudian yang bersangkutan dijadualkan untuk datang kembali Rabu 13 Juni 2018 untuk diperiksa kembali apakah terjadi kekambuhan atau tidak (yang bersangkutan tidak diberikan obat herbal).
Rabu 13 Juni 2018, Pr kembali untuk dilakukan terapi selanjutnya dengan kondisi yang bersangkutan sudah tidak merasakan kekambuhan vertigonya lagi , tapi telinga berdengung masih terasa sedikit ,tidak parah seperti sebelumnya. Terapi dilakukan selama 30 menit (Akupoin  DU-16, BL-23, Ren-6, SI-19, Ex. Tai Yang, LR-3,K-1). Setelah terapi yang bersangkutan sudah merasa recovery terhadap kasus yang dideritanya selama ini, vertigo dan tinnitus, namun asupan herbal tetap diberikan untuk penguat ginjal (gangguan ginjal salah satu sumber tinnitus).


Kamis 28 Juni 2018, Ny. Y, 45 tahun, Bandung, berkunjung untuk keluhannya vertigo dan tinnitus, sudah 2 tahun keluhan tersebut dideritanya dan menurut yang bersangkutan sering masuk rumah sakit, dan malahan baru 3 hari lalu Ny. Y keluar rumah sakit (seminggu dirawat di rumah sakit), namun pengaruh vertigo dan tinnitus masih berjalan terus. Saya sudah bosan masuk dan keluar rumah sakit katanya. Dengan mengamati kondisi lidah Ny.Y (diagnose lidah), dapat diprediksi terdapat pengaruh gangguan ginjal, lever, dan lambung. Kemudian dilanjutkan dengan terapi selama 30 menit (akupoin DU-16, GB-20, BL-23, Ren-12, Ren-6, SI-19, Ex. Tai Yang, LR-3, K-1). Selesai terapi, Ny.Y bangun secara perlahan dan duduk dari kondisi berbaring, alhamdulillah  tanpa merasa kepala berputar atau goyang, dan suara berdengung ditelinganya hampir hilang (tinnitus). Ny.Y hampir tidak percaya , karena perbaikan kasusnya cepat sekali dan tubuhnya terasa lebih bugar. Asupan herbal diberikan untuk memperkuat ginjal, lever dan lambung. 
Selasa 10 Juli 2018, Ny. Y kembali datang berkunjung, sekalian memberi kabar bahwa yang bersangkutan dari luar kota, dan sudah tidak mengalami gangguan vertigo lagi serta dengung ditelinga sudah hilang, alhamdulillah.

Semoga tulisan ini bermanfaat buat penderita vertigo yang disertai tinnitus (telinga berdengung). SELAC therapy  (akupunktur tanpa jarum), dengan menggunakan microcurrent pen, tidak melukai , aman, efektif, dan alamiah. 

Kamis, 12 Juli 2018

Progres pengobatan saat ini : RP (Retinitis Pigmentosa), Buta warna (Color Blindness)

Sudah cukup lama kami tidak memberikan kabar pengobatan tentang kasus mata, terutama RP (Retinitis Pigmentosa) ataupun Buta warna (Color Blindness), serta sampai seberapa jauh kemajuan pengobatan mata yang dapat dicapai dengan metoda SELAC Therapy (akupunktur tanpa jarum, menggunakan microcurrent pen) saat ini untuk kasus tersebut diatas. Dalam 2 minggu terakhir ini kami melakukan perbaikan cara terapi (improvement) yang memberikan tambahan efektifitas terapi. Sesuai dengan pengamatan kami sebagai berikut :

Pada hari Sabtu, tanggal 7 Juli 2018, Ibu DS, 78 tahun, Jakarta,  menderita gangguan penglihatan yang sudah susah melihat (berjalan sudah dikawal/dituntun), setelah menjalani 1x terapi selama 50 menit (akupoin yang digunakan LR-3, KI-1, BL-1, GB-1, ST-1) yang bersangkutan merasakan perbaikan pada pandangan matanya .

Pada hari Minggu, tanggal 8 Juli 2018, AY, laki-laki , 30 tahun, Profesional, Jakarta, penderita gangguan penglihatan RP (sudah pernah berobat mata di Singapura), kondisi mata kiri saat itu berkabut sehingga pandangannya kabur, setelah menjalani terapi pertama selama 40 menit (LR-3, BL-1, GB-1, ST-1) yang bersangkutan merasa penglihatannya lebih terang. Setelah jeda waktu selama 2 jam, kemudian dilanjutkan terapi kedua 40 menit (LR-3, BL-2, TB-23, Ex. Yuyao), penglihatan yang bersangkutan terang. 
Pada hari yang sama, MH, laki-laki, 23 tahun, Profesional, Bogor, penderita RP, kondisi mata kanannya berkabut saat itu sehingga pandangannya kabur, setelah menjalani 1x terapi selama 40 menit (LR-3, BL-1, GB-1, ST-1) pandangan yang bersangkutan menjadi terang.

Terapi mata untuk kasus RP maupun Buta warna yang kami lakukan hampir sama caranya. Sedangkan untuk mencapai hasil terapi yang memadai sehingga pandangan mendapatkan perbaikan yang signifikan (bukan total recovery) saat ini hanya cukup menjalani 10 x – 20 x terapi (1x terapi 30 - 90 menit).

Namun banyak juga pertanyaan dari para penderita RP, yaitu bagaimana bila tidak ada perbaikan penglihatan setelah menjalani terapi, karena kasus tersebut sebenarnya masih belum bisa disolusi oleh dunia medis , belum ada obatnya maupun belum ada caranya? 
Kami berusaha untuk tidak merugikan para penderita RP maupun Buta warna. Bila tidak ada perbaikan sama sekali selama 5 x terapi, biaya terapi akan kami kembalikan, dan terapi tidak perlu dilanjutkan.

Demikian perkembangan terakhir yang bisa kami capai saat ini , semoga bermanfaat. Insya Allah, SELAC Therapy (akupunktur tanpa jarum) dengan menggunakan microcurrent pen, tanpa melukai, aman, efektif, dan alamiah (Ir. H. Ansuska Gumanti, 0812 2024 270)