SOLUSI SEHAT DENGAN SELAC - HOLISTIK - EFEKTIF - ALAMIAH - AMAN

Jumat, 27 April 2018

Ginjal bocor, sharing dari sobat Bambang S Noor.

(Berbagi pengalaman penyembuhan penyakit, tidak sama sekali bermaksud mempromosi atau mengiklankan pengobatan ini, semata karena kebahagiaan saya bahwa anak saya sembuh dengan terapi yang hemat saya terlihat cukup sederhana).
Saya Bambang S Noor bersyukur pada Allah bahwa anak saya sembuh dari sakit ginjal bocor (Syndrome Nefrotik/SN) dan penyakit lain akibat efek samping dari obat yang diminum.
Anak saya Rama umur 15 thn, tinggi 169cm, berat 104 kg pada bulan November 2017 terkena ginjal bocor (Syndrome Nefrotik/SN) dan hrs opname di RS Hermina krn sulit buang air kecil shg badannya bengkak dan berat badan mencapai 126 kg.
Menurut dokter penyakit SN ini belum diketahui dengan pasti penyebabnya , yg jelas ini termasuk otoimun dan pengobatannya memerlukan waktu yg lama (8 bulan sd 2 tahun).
SN ini umum terjadi pada bayi (2-3thn) atau pd org yg sdh berusia (diatas 50 thn).
Rama terkena SN yg masuk dalam kategori sering kambuh (selama 3 bulan 2x kambuh).
Selama Rama di RS, Pengobatan SNnya dg minum obat sejenis steroid, dosis sehari 4x5 (20 tablet/hari) rupanya ada efek samping dari obat ini yaitu nyeri lambung dan toksid di kulit.
Setelah sembuh (biasa disebut remisi) dimana dari hasil test urin (urinalisisnya) selama 3 hari ber-turut2 menunjukan: +/- (skala urinalisis adalah: -; +/-; +; ++; +++; ++++) selanjutnya Rama ditangani oleh Dokter Ahli Ginjal Anak dan oleh Dokter ginjal anak dosis obatnya diturunkan. Dalam 3 bulan sejak sakit ada 2 kali kambuh SN nya, setiap kambuh (diperkirakan penyebab kambuhnya itu krn cape atau kena virus, sekalipun virus itu ringan spt virus flue atau obatnya tidak cocok) oleh Dokter obatnya dikembalikan kpd dosis semula atau diganti obat lain, utk penyakit SN ini memang cocok2an obatnya. Selama proses pengobatan ada beberapa penyakit yg muncul di Rama yaitu: nyeri lambung, sesak dan berat bernafas (malah pernah pingsan krn sesak nafas), tekanan darah tinggi (140/77), sakit kepala dan toksid pada kulit serta menipisnya kulit terutama di sekitar perut.
SN ini kalau kambuh tdk terasa apa2, yg terlihat adalah badan bertambah gemuk/bengkak, urin keruh dan berbusa serta test urinnya (urinalisis) menunjukan indikator +++ atau ++++. Terasa sakit di Rama justru saat penyembuhan/remisi, yaitu nyeri lambung (mungkin krn dosis obatnya dinaikan), sesak nafas dan kram (akibat keluarnya cukup banyak cairan dari tubuh), pernah Rama kram sampai lebih dari 1 jam, krn termasuk kram di jari tangannya. Rama oleh Dokternya dilarang naik motor.
Obat yg rutin diminum Rama adalah Medixon, Cellcept, Calnic plus dan Captopril dan bila lambungnya perih (selalu diikuti dg urus2/spt org diare) minum obat Pantoprazol dan Inpepsa serta Oralit. Alhamdulillah dg minum obat2 dimaksud urinalisis Rama berada ditanda +/- dan kadang2 di -(negatif), artinya remisinya berjalan dg baik sehingga dosis Medixonnyapun diturunkan. Namun akhir2 ini sejalan dg remisinya SN tsb, Rama mengeluh semakin berat bernafas (sampai sering mukul2 dadanya) dan tidurnya gelisah serta suka kaget ditambah tremor di jari2 tangan kanannya semakin kuat, shg cukup mengganggu kalau menulis. Saya baca dari brosur obatnya, ini memang efek samping dari obat2 yg diminum.
Beberapa waktu yg lalu Rama saya bawa ke pengobatan/therapy dg Metoda SELAC, yang di praktekan oleh rekan Ansuska sobat lama saya (sama2 tinggal diasrama Kaltim dan satu perguruan tinggi/ITB, saya di GD beliau di FT). Om Ansus ini menjanjikan ke Rama bhw beliau akan mentherapy Rama selama 2 minggu syukur2 bisa lebih cepat dan selanjutnya di therapy utk recorvery. Alhamdulillah therapy SELAC ini memberi hasil yg sangat baik
1. Hari pertama, selain di therapy rama juga diberi minuman herbal hasilnya, denyut nadi Rama yg semula 54 naik keangka 58, tidur nyaman (tdk terlalu terasa sesak nafas), urinalisisnya - (negatif)
2. Therapy hari kedua hasilnya denyut nadi Rama di angka 59, tidur nyenyak, urinalisis - (negatif), tremor berkurang
3. Therapy hari ketiga nafas sudah lega , urinalisis - (negatif), tremor semakin sedikit.
4. Therapy hari keempat, urinalisis - (negatif), tremor hampir tdk ada
5. Therapy hari kelima, urinalisis - (negatif), tremor hilang dan denyut nadi di angka 69 (sudah kuat utk olah raga ringan).
Rencana semula therapy 2 minggu, ternyata dalam waktu 5 hari pengobatan sdh terasa hasilnya, utk hari2 selanjutnya therapynya adalah utk pemulihan/recorvery. Dan melihat hasil therapy yg cukup baik ini maka semua obat Rama saya stop.
Demikian yg dapat saya sampaikan pengalaman terhadap pengobatan Syndrome Nefrotik/SN dan penyakit lainnya (akibat efek samping dari obat) atas anak saya Rama. 
Mohon doanya semoga Allah SWT sembuhkan semua penyakit Rama dg melalui pengobatan/therapy metoda SELAC ini, aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal aalamiin