SOLUSI SEHAT DENGAN SELAC - HOLISTIK - EFEKTIF - ALAMIAH - AMAN

Senin, 07 Mei 2012

Usus Buntu pulih tanpa operasi


Usus Buntu (Appendix vermiformis) berupa pipa buntu yang berbentuk seperti cacing.
Fungsinya berkaitan dengan sisitem kekebalan tubuh, yaitu menghasilkan Immunoglobulin A (IgA), salah satu immunoglobulin (antibodi) yang sangat efektif melindungi tubuh dari infeksi kuman penyakit.

Penyakit usus buntu akut adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu secara mendadak yang umumnya menyebabkan rasa sakit sekali. Biasanya penyebab radang usus buntu akut ini adalah karena infeksi bakteri dan gangguan makanan yang sulit dicerna atau penyumbatan oleh bahan feses.


Gejalanya :

  • Rasa sakit diseluruh perut, terutama dilokasi usus buntu yang posisinya disebelah kanan perut, antara tulang pinggul dan pusar.
  • Dinding perut dilokasi usus buntu menjadi lunak.
  • Dinding perut sebagian keras dan sebagian lunak akibat kontraksi. 
  • Terasa sakit saat batuk maupun menghela nafas.

Solusi kasus diatas dengan cara kedokteran konvensional adalah dengan cara operasi, karena bila tidak ditangani secara cepat bisa mengancam jiwa penderita.

Solusi kasus usus buntu akut dengan Elektro Akupresur dan Herbal Indonesia, tanpa harus operasi.

  • Dengan melakukan terapi Elektro Akupresur pada titik-titik akupunktur yang berhubungan , yaitu titik-titik merah pada meridian REN, ST, DU dan BL ( lihat Gambar ). Waktu terapi 10 – 20 menit. Alhamdulillah, rasa nyeri akibat usus buntu berkurang/tidak terasa lagi.

  • Memberikan asupan sari/ekstrak Herbal Indonesia untuk anti radang dan anti bengkak, yaitu Sambiloto (Andrographis Paniculata) dan Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa). Masing-masing diminum 3x1 kapsul sehari (1 kapsul setara dengan 2 gram bahan kering). Dalam 3-4 hari kasus usus buntu , Alhamdulillah pulih total. 




Pengalaman terapi : Pasien yang mengalami kasus usus buntu pada tahun 2010, kemudian pulih setelah diterapi (3-4 hari), semuanya Alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah kambuh (saat saya upload tulisan ini, 7 Mei 2012). Artinya metoda terapi ini bisa diandalkan, karena efektif, alamiah dan aman.


  • Kamis, 19 Agustus 2010, jam 21.00 (saat bulan Ramadhan) dikunjungi Bapak Dt.S, 85 tahun, Bandung. Mengeluh karena terasa sakit sekali didaerah perut sebelah kanannya, tertekan tangan sedikit saja terasa sakitnya luarbiasa. Padahal anaknya yang juga dokter (1 org dokter umun, 1 org dokter spesialis) telah menyarankan untuk segera diperiksa dan dioperasi, namun beliau bertahan untuk tidak dioperasi karena faktor usia. Pada waktu itu beliau minta agar bisa diterapi tanpa terasa sakit, karena saat itu beliaupun sudah merasa sakit sekali . Saya sanggupi keinginan tersebut agar terapi dilakukan dengan tanpa terasa sakit. Kemudian Bapak Dt.S sambil berbaring saya terapi didaerah belakang dan depan (pada gambar, titik terapi berwarna merah) kurang lebih 10 menit. Setelah itu saya minta beliau duduk dan Bpk Dt.S Nampak tersenyum, tidak meringis lagi karena kesakitan. Alhamdulillah, kasus usus buntu Bapak Dt.S tersolusi.  Kemudian saya berikan asupan anti radang dan bengkak yaitu Sambiloto (Andrographis Paniculata) dan Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) untuk diminum selama 2 minggu. Besoknya, Jumat jam 21.00 , diperiksa dan diterapi kembali, sudah tidak terasa keluhan pada perut sebelah kanan, walaupun dicoba ditekan dengan tangan. Alhamdulillah, mungkin hikmah Ramadhan yang diperoleh beliau, bebas kasus usus buntu akut. 

  • Pada Senin 11 Okober 2010, jam 08.00, dikunjungi A 16 tahun, wanita, siswa SMU, Bandung. Sebelumnya orang tua yang bersangkutan menilpon saya (Minggu malam) untuk minta bantu solusi buat anaknya, perut sebelah kanan terasa keram, dan anaknya disarankan oleh dokter agar harus segera dioperasi usus buntu, berdasarkan indikasi foto, tanda Mc.Burney “positip”. Kemudian A diterapi oleh nyonya Ansuska kurang lebih 15 menit, dan Alhamdulillah A sudah merasa bebas pada keluhan diperutnya. Seperti biasa, A diberikan asupan sambiloto (Andrographis paniculata) dan Rumput Mutiara (Hediyotis corimbosa) untuk diminum selama 2 minggu. Hari Rabu, A berkunjung kembali untuk diperiksa dan diterapi. Keluhan keram perut sebelah kanan sudah tidak ada, ditekanpun perut yang bersangkutan tidak terasa sakit lagi.


  • Pada Sabtu 30 Oktober 2010, jam 08.00 , dikunjungi Ny.E, 36 tahun, ibu rumahtangga, Bandung. Keluhan perut sebelah kanan sakit. Sebelumnya suami Ny.E , Jum’at  jam 19.00 menilpon saya, memberi tahu bahwa isterinya sekarang sedang di rumah sakit, siap untuk dioperasi usus buntu, namun sejak siang dokternya masih belum datang. Sang suami menanyakan apakah saya  bisa membantu kasus usus buntu akut? Saya jawab, insya Allah, saya sudah punya pengalaman dengan kasus usus buntu akut tanpa operasi. Oleh karena itu kemudian sang suami tersebut membawa isterinya pulang alias keluar dari rumah sakit.Dari data pemeriksaan foto radiologi  yang ada (dari rumah sakit), Ny.E mendapat kesan “Lesi tubuler, blind end, aperistaltis, dengan diameter = 0.71 mm, pada region Mc. Burney, cenderung gambaran appendicitis akut “. Jadi jelas kasusnya usus buntu akut. Terapi dilakukan seperti cara diatas, sekitar 20 menit. Alhamdulillah, rasa sakit diperut sebelah kanan ny.E telah berkurang. Kemudian ny.E diberikan asupan Sambiloto (Andrographis Paniculata) dan Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) untuk diminum selama 2 minggu. Pemeriksaan dan terapi, masih dilanjutkan hari Minggu, Senin, dan Selasa. Pada hari Selasa , Ny.E sudah tidak merasakan lagi keluhan pada perutnya.






3 komentar: